Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar.
Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.
Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.
Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat.
Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.
Hanya karena Anda menyadari dengan baik tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang membuat Anda merasa marah. Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.
Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.
Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti iamenghinakan.
Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.
Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.
Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.
Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan.
Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.
Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.
Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang kecil.
Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?
Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.
Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.
Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.
Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.
Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan m ampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.
Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?
Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?
Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.
Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.
Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.
Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri. Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.
Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.
(Sumber: Mario Teguh, MSTS 13.07.2006)
Wednesday, June 04, 2008
ANGER MANAGEMENT
Posted by POPIE at 11:08:00 AM 0 comments
Thursday, May 22, 2008
EVAN'S WISHLIST

About 1,5 years ago, when I'm cleaned up Evans desk at his room I found a paper -kind a wishlist- was decorated by him. I read and I'm touched with his word. Then I kept it back to his folder, where he always kept his lesson project at class.
Last night both of us were busy to looking for the pointers for next exam. I opened all folders 'till I met the wishlist, again. In next minute Evan yelled that the pointers was found in his school bag. I smile to him then looked back to the wishlist. I smile by myself. The wishlist, contains desires and hopes in 7 yrs old boy words. My boy...
- at that time -till now- Evan still have a dog. 2 yrs old golden retriever, named is brinkley. Also 1 brother and 2 sister cousin.
- Remembering now, Evan in 48kg with 4,5ft height. I still decided try kept say no to fried chicken and kind of it.
- Grandpa-ma Ngagel are my parents and grandpa-ma Perak are my parents in law. The name took from the area they lived. I truly understand what Evan wants 'bout togetherness, bcause he only knew my grandmother or his grandgrandmother, 84 yrs old -. They're pretty closed.
Kira-kira 1,5 thn yg lalu aku menemukan lembaran kertas -semcm wishlist- yang telah di decorate oleh Evan, ketika sedang merapikan meja belajarnya, saat itu -setelah kubaca dan terharu atas isinya- aku simpan kembali lembaran tsb ke folder tempat ia menyimpan hasil pekerjaannya di kelas.
Semalam, kami berdua sibuk mencari edaran dari sekolah yang isinya pointers-pointers untuk UAS mendatang. Ketika membongkar semua foldernya, aku bertemu kembali dengan wishlist tersebut. Tak lama kemudian Evan bersorak, ternyata lembaran pointers yang dia cari ada di saku dalam tas sekolahnya. Aku kaget dan kembali menyungging senyum, memandangi lembaran wishlistnya. Wishlist yang berisi keinginan yang belum terwujud dan harapan dalam keluguan pikiran seorang bocah usia 7th...
- saat itu-sampai skrg- Evan msh memelihara Brinkley, anjing jenis golden retriever berumur 2th. Dan telah mempunyai 3 saudara sepupu, tetapi kami tetap membatasi kebiasaannya makan fried chiken. Mengingat berat badannya yg 48kg dg tinggi 140cm.
- Grandpa-ma ngagel adlh orangtua sy, sedangkan grandpa-ma perak adlh mertua sy. Sy memahami keinginan evan tentang kebersamaannya bersama kakek-neneknya, mengingat sy dan suami kini hanya memiliki nenek dari pihak ayah & ibu kami masing2.
Posted by POPIE at 9:16:00 AM 1 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)